Batik Indonesia VS Orang Ngetop

Kekayaan budaya Indonesia yang tampak dari pesona kain batik sudah melanglang buana. Pengakuan masyarakat International tentang tingginya nilai seni kain tradisional ini sudah diakui dengan begitu banyaknya para famous people (orang ngetop) yang tampil depan publik mengenakan batik. Mulai dari artis hollywood, CEO hingga presiden tidak sungkan menggunakannya.

Carlos Santana sang legenda gitar pernah tampil dalam sebuah pertunjukkan menggunakan batik. Jessica Alba malah sengaja berpose di red carpet sebuah acara dalam dress cantik bermotif batik. Drew Barrymore terekam kamera paparazzi sedang JJS dengan sebuah tas batik di pundaknya. Nama-nama lain yang terekam misalnya : Bill Gates, Nelson Mandela, Rachel Bilson, Reese Witherspoon hingga Paris Hilton.

Masyarakat Indonesia dalam taraf tertentu masih "dipaksa" untuk melestarikan budaya ini. Hal ini tampak dari kewajiban berbatik di instansi perkantoran ataupun sekolah. Bagi kalangan generasi muda, jenis fashion yang satu ini masih terlabel dengan kesan para tetua dan generasi lampau. Tampil keren dan trendy sudah pasti tidak mungkin terpenuhi dengan menggunakan batik. Hal ini yang mungkin melahirkan produk turunan batik yang lebih lugas dan bebas. Yang lebih cantik dan unik. Bebas dan energik, seperti yang tampak digunakan para artis kenamaan di atas. Apakah hal ini bisa dikatakan sudah lari dari keaslian batik Indonesia? Bisa jadi ia, bisa juga tidak. Tapi tentu saja trend ini tidak akan bisa dibendung. Kalau dulu batik hanya digunakan oleh masyarakat kalangan keraton, kini para pencium peluang usaha sudah membumikan mereka untuk semua kalangan. Lahirnya teknologi printing yang menghasilkan batik murah merupakan sebuah jawaban bagi masyarakat golongan apapun untuk ikut merasakan kekayaan asli budaya Indonesia tersebut

Tidak ada komentar: